PASAR LOKAL vs PASAR EKSPOR

Pasar lokal cuma di kota Anda / maksimal cuma Nasional.
Pasar ekspor ada 100+ negara didunia


🔊 Di Pasar Lokal, yang sering kamu dengar:

“Kurangin dikit yaa…”

“Toko sebelah lebih murah kak…”

“Kalau ambil banyak, diskon berapa?”

Belum sempat kamu cerita kualitas…
pembeli sudah fokus ke harga.

Naik harga 2 ribu aja → langsung sepi.
Kamu kerja keras di produksi,
tapi yang dibahas cuma angka.


🌍 Di Pasar Ekspor, pertanyaannya beda:

“Bisa produksi rutin?”

“Harga dan MOQ berapa?”

“Kapasitas produksi per bulan berapa?”

Mereka nggak mulai dari diskon.
Mereka mulai dari kerja sama.


Yang bikin banyak orang kaget…

  • Produknya sama
  • HPP sama
  • Cara produksi sama

Harga jual bisa 5 — 20x lebih mahal.

Pasar lokal → omzet 2 jutaan
Pasar ekspor → bisa 20 — 40 jutaan

Bukan karena kamu tiba-tiba jago bisnis.
Kamu cuma pindah pasar.


“Tapi aku nggak punya produk bagus…”

Ekspor itu bukan cuma furnitur mahal atau kopi premium.

Faktanya:

  • Kerupuk udang ke Malaysia tembus Rp496 miliar (Cuma Januari-Juli 2025)
  • Kelapa bulat tembus US$208,2 juta (Januari – Oktober 2025)
  • Lidi sawit & nipah juga tembus US$29,32 juta (2024)

Artinya?
Barang yang di sini dianggap biasa
di luar negeri bisa jadi dibutuhkan.

Kamu bisa:

  • Pakai produk supplier
  • Jadi trader dulu
  • Produksi sendiri nanti

Nggak harus nunggu punya pabrik.


Yang penting bukan barangnya dulu.

Yang penting kamu masuk dulu ke dunianya.

Karena hampir semua eksportir awalnya bukan ahli ekspor.
Mereka cuma mulai duluan.

Siap ambil langkah pertama belajar ekspor?

Pilih Metode Pembayaran

telah membeli Webinar UMKM Go Ekspor #25-Februari-2026
45 menit lalu